Rabu, 12 Mei 2010

PR Sekolah Mengganggu Kebersamaan Anak dan Keluarga?

Hampir setiap hari murid dibekali pekerjaan rumah (PR) dari sekolahnya. Tapi seorang penulis anak-anak menuturkan bahwa PR harus dihilangkan karena bisa mengganggu kehidupan keluarga. Seberapa perlu anak diberikan PR?

"Semua esai dan lembar kerja seharusnya diselesaikan di sekolah, karena tugas kelas yang seharusnya dikerjakan 30 menit di sekolah bisa selesai tiga kali lipat lebih lama jika dilakukan di rumah. Hal ini akan membatasi waktu anak bersama keluarga," ujar Eleanor Updale, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (11/5/2010).

Dr Updale menuturkan pekerjaan rumah tersebut akan membuat anak-anak menghabiskan waktu lebih banyak di dalam kamar atau rumah dibandingkan untuk bermain di luar. Beberapa negara ada yang tidak mewajibkan anak diberi pekerjaan rumah tapi hanya menganjurkan saja.

"Masyarakat harus melepaskan diri dari asumsi bahwa pekerjaan rumah adalah sesuatu yang baik. Padahal anak-anak juga perlu ruang untuk diri mereka sendiri dan melakukan sesuatu yang diinginkannya, karena terkadang beban pekerjaan rumah ini terlalu mengganggu," ungkap Updale.

Menurutnya diperlukan pengaturan dan batas dalam pemberian pekerjaan rumah. Mengurangi tugas yang diberikan dari sekolah akan membantu mengurangi beban yang harus dibawa pulang oleh guru. Selain mengurangi efek negatif dari pekerjaan rumah yang bisa mengganggu kehidupan sebuah keluarga.

Meski demikian kesimpulan hasil penelitian ini masih menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Sementara itu Muhammad Rizal, Psi, psikolog pendidikan Universitas Indonesia saat dihubungi detikHealth, Selasa (11/5/2010) menuturkan tidak semua pekerjaan rumah mengganggu kehidupan keluarga atau sosial anak. Karena tergantung dari PR yang diberikan seperti apa dengan melihat jumlah serta tingkat kesulitannya.

"Jika jumlahnya terlalu banyak atau hanya satu soal saja tapi tingkat kesulitannya tinggi, maka bisa saja mengganggu si anak karena waktu yang dibutukan untuk mengerjakannya akan menjadi lebih lama," ujar Rizal dari lembaga psikologi terapan UI.

Rizal mengungkapkan saat ini memang ada beberapa sekolah yang sudah tidak memberikan PR lagi pada murid-muridnya karena anak-anak sudah belajar di sekolah dari pagi hingga sore hari.

"Untuk menentukan apakah pekerjaan rumah diangap perlu atau tidak bisa dilihat dari berapa banyak waktu yang sudah dihabiskan anak di sekolah serta apa tujuan dari diberikanya PR tersebut, apakah untuk membantu anak melatih pelajaran yang sudah dipelajari atau untuk memperkuat pelajaran selanjutnya," tambahnya.

Meski demikian sebaiknya anak tidak menggantungkan hidupnya dengan pekerjaan rumah. Karena ada atau tidak adanya PR yang diberikan oleh sekolah, setiap anak harus tetap belajar di rumah baik saat malam hari atau pagi hari sebelum sekolah.

Lamanya durasi belajar anak di rumah tergantung dari kecerdasan, materi, minat serta potensi dari anak. Namun rata-rata anak biasanya belajar di rumah sekitar 1-2 jam di malam hari, karena biasanya hanya pada malam hari anak memiliki waktu luang untuk belajar setelah pagi hari sekolah dan setelahnya mengikuti les atau bimbel (bimbingan belajar).

"Pekerjaan rumah sebenarnya juga bisa mengajarkan anak untuk bersosialisasi, karena jika anak tidak bisa mengerjakannya maka ia akan bertanya pada orangtua atau kakaknya," ujar Rizal.

Sumber : DetikHealth

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Finding stylish jewelry gift ideas for mom links of london is simple when you shop at the right online store. You can find the ideal gift of jewelry links of london charms for Mother's Day, her birthday, Christmas or just "because". What mom links of london bracelets & grandma doesn't enjoy receiving jewelry for just about any reason and mom will remember you each time she puts on her special jewelry links of london necklaces gift from you.This column will talk about the top six stylish jewelry gift ideas for mother & grandmother such as: stunning links of london sweetie bracelet mother's rings, jewelry that has been personalized or engraved, stylish watches, magnificent mother's earrings and distinctive mother's charm bracelets that give a mother a valued memento of those she cares the most about - her kids.

chunxue mengatakan...

During the World War II, Art Deco jewellery was ugg sale a very popular style among women. The females started ugg boots wearing short dresses and cut their hair short. And uggs such boyish style was accessorized with Art Deco jewellery. They used cheap ugg boots long dangling earrings and necklaces, multiple bracelets and bold ugg boots uk rings.Art Deco jewellery has harshly geometric and symmetrical theme instead disocunt ugg boots of free flowing curves and naturalistic motifs. Art Deco Jewelry buy ugg boots today displays designs that consist of arcs, circles, rectangles, squares, and ugg outlet triangles. Bracelets, earrings, necklaces and rings are added with long ugg boots outlet lines and curves.One example of Art Deco jewelry is the Art Deco ring. Art Deco rings have ugg mall sophisticated sparkle and bold styles. These rings are not intended for a subtle look, they are meant to be noticed. Hence, these are perfect for people with bold styles.

Poskan Komentar

Jangan lupa tulis KOMENTAR nya biar saya bisa membenahi diri, tulisan anda memberi arti bagi saya